Jumat, 22 Januari 2016

Aku

Pada pagi hari engkau terbangun laksana bunga baru mekar
Malam hari engkau tertidur laksana pohon termakan usia
Wahai pernahkah merasakan setiap paginya dipenuhi oleh keceriaan, lalu disetiap malamnya berisi ribuan jeritan ?
Pernahkah merasakan bahagia lebih dari apapun di paginya lalu menangis sejadi jadinya di malamnya ?
Pernahkah engkau lupa akan sakit, karna terlalu banyak mengalaminya ?
Pernahkah merasa hatimu bahkan jauh lebih tebal dari pada tembok ?
Wahai apakah ini yang dinamakan dengan bayar lunas ?
Apakah ini yang dinamakan kerja keras ?
Apakah ini tuntutan untuk menjadi yang sempurna ?
Pernahkah suatu hari engkau bercermin lalu melihat bayangannya tersenyum padahal engkau tidak bahagia sama sekali ?
Pernahkah engkau tertawa terpingkal pingkal lalu setelahnya menangis meraung raung ?
Bahkan sunyi malampun dikalahkan oleh sunyinya tangisan mu
Pernahkah engkau merasakan ngilu yang tak tergambarkan ?
Pernahkah engkau merasakan sakit hingga lupa telah bahagia seharian ?

Sabtu, 31 Oktober 2015

Perempuan

Taukah ? Bahkan bidadarinpun jika patah sayapnya, dia butuh pertolongan
Wonder woman apalagi, jika dengkulnya tersandung dia butuh pertolongan
Presiden perempuan dibelahan dunia manapun jika suaranya habis dia butuh pertolongan
Apa kabarnya kita yang hanya perempuan biasa ?
Yang sok kuat padahal hatinya mengemis kasih sayang
Yang sok tegar padahal banyak keluhan didalamnya
Yang sok bisa segala hal padahal hatinya sudah tak berbentuk
Yang sok bisa segala hal padahal teriak meminta tolong
Hanya perempuanlah yang bisa memakai topeng tebal
Hanya perempuanlah yang bisa menangis tanpa ada suara
Hanya perempuanlah yang bisa diam seribu bahasa padahal jauh didalamnya tersimpan seribu rahasia
Tuhan satu pintaku
Cukupilah para perempuan diluar sana dengan sabar dan ikhlas mereka mengemban banyak tanggung jawab dalam berbagai hal
Dan untuk kita, kuatlah ! Jika tidak ada kita yang kuat, lalu bagaimana kita menguatkan orang orang diluar sana ?
Menangislah sampai kita lupa apa itu rasa sakit, teriaklah sekuat yang kita bisa agar bisa melupakan apa itu kesedihan.
Jika tidak ada lagi alasan untuk berdiri tegap, ingatlah satu hal ada diri kita yang kuat dan kita bisa menguatkan diri kita sendiri :)

Selasa, 27 Oktober 2015

Rindu

Wahai daun, taukah apa itu rindu ?
Tidak jawabnya
Berlarilah aku ke bunga
Wahai bunga taukah kau apa itu rindu ?
Tidak pula jawabnya
Berlari lagi aku menuju awan
Wahai awan, taukah engkau apa itu rindu ?
Lagi lagi yang ku dengar adalah tidak
Lalu kemana aku harus mencari rindu ?
Lalu hujan perlahan menghampiriku seraya bertanya
Wahai engkau taukah engkau apa itu rindu ?
Sudah lelah aku mencari rindu jawabku
Lalu apakah kau tau apa itu rindu ?
Ya, rindu itu bagaikan daun yang mengering
bagaikan bunga yang layu
dan bagaikan awan jika sedang hujan
tidak akan tumbuh jika dibiarkan begitu saja.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Si Semut vs Si Gajah

Blognya gak bisa dibuka kalo di PC sediiih, baiklah kita sabar sabarkan sajalah yaaa, akhirnya balik lagi ngeblog
Apa kabar nih ?

Baiklah lansung aja yaa.....
Kali ini saya ada cerita tentang Si Gajah dan Si Semut
Namanya juga udah gajah jadi pasti badanya gedeeee banget kan ? Tapi kaya yang di lagu tulus "punya otak cerdas aku harus tangguh" ya dia ini Cerdas, dan Tangguh padahal dia aslinya sedih tapi selalu bisa ketawa dan bikin renyah suasanya, di deket temen temennya dia orang yang tangguh dan suka pemaaf.
Suatu hari Si Gajah bertemu dengan Si Semut yang ya seperti kalian tau Semut itu nyebelin kecil dan bikin sakit, tapi pertemuan singkat itu yang mempertemukan Si Gajah dan Si Semut berujung dengan pertemanan bahkan menjadi sahabat.
Dunia yang dilalui oleh Si Gajah tidaklah mudah banyak sedih terutama, dan Si Semut selalu mencoba menghibur Si Gajah dengan cara apapun.
Ketika Si Semut ulang tahun Si Gajah merayakan bersama kumpulan penghuni hutan, begitupun sebaliknya.
Namun, dunia mereka berbeda terutama dalam hal ukuran, teman teman Si Gajah tidak suka dengan kehadiran Si Semut lalu Si Semutpun memutuskan untuk pergi dari kehidupan Si Gajah.
Setelah beberapa lama Si Gajah merasakan keanehan yang luar biasa dalam hidupnya, sudah tidak ada lagi lelucon yang dibuat oleh Si Semut, tidak ada lagi teman kecil yang selalu menguatkan semangat hidupnya.
Si Semutpun menjalani hidup yang tidak mudah, Si Semut harus melewati kaki kaki yang hampir menginjaknya, berjuang mengambil sebongkah gula demi kelangsungan hidupnya, menurutnya kini hidupnya tidaklah mudah karna tidak bersama Si Gajah.
Lambat laun mereka menyerah, mereka tidak bisa berjauhan satu sama lain, mereka tidak lagi memperdulikan apa kata orang, yang mereka ingin hanyalah persahabatan mereka tetap baik baik saja sampai pada saatnya hutan tidak lagi tumbuh pohon pohonnya.

Bersambung.




Singkat dulu yaaa terlalu banyak urusan yang harus diselesaikan, tulisan ini didedikasikan untuk permintaan maaf saya yang sebesar besarnya untuk sahabat saya satu satunya yang dari berbeda belahan bumi (saya bagian bumi jahat, dia bagian bumi baik). Kamu bisa nebaklah kabul siapa yang jadi Si Semut siapa yang jadi Si Gajah, tenang tulisan ini bakalan diterusin kalo kamu mau maafin aku atas semua kesalahan yang aku udah buat ke kamu. SELAMAT ULANG TAHUN KABUL SAYANG, sementara ini aku hanya bisa memberikan ini, kado udah disiapin sih tinggal dibungkus. I LOVE YOU:*.

Senin, 29 Juni 2015

Sederhana

Didunia ini ada banyak macam cinta
Aku mengalami salah satunya
Rasanya luar biasa
Tak terdeskripsi semuanya begitu menakjubkan
Cinta yang aku alami ini sederhana
Tak butuh rayuan gombal
Tidak menggunakan angan angan
Semua nyata dan sederhana
Butuh waktu lama pasti
Tapi aku tak lelah untuk menunggu
Hanya duduk diam memandang saja sudah cukup
Tak perlu bersajak untuk bisa tersenyum
Ya cinta ini yang langka menurutku
Di dalamnya hanya ada ketulusan
Ditambah dengan kesederhanaan semuanya sudah sempurna
Kita yang sedari dulu hanya berdoa dari jauh
Bersujud meminta sebuah harapan rasa yang berbalas
Memohon adanya secercah kesempatan untuk bisa bersama
Tidak perduli apa yang telah dilakukannya
Tak mau tau bumi mendukung apa tidak
Yang jelas cinta ini lebih berani ketimbang ksatria
Namun lebih hangat ketimbang mentari
Lebih halus daripada bisikan angin

Senin, 23 Maret 2015

Matahari

Apa kabar matahari ?
Hangatnya sudah tak ada lagi
Bumi membutuhkan mu
Bumi takkan hangat bila tanpa kehadiran mu
Bukankah sinar mu tak lekang oleh waktu ?
Mengapa ? Adakah kesalahan dari bumi yang membuat mu tak hangat lagi ?
Ataukah sekarang matahari sudah menemukan buminya sendiri ?
Cahaya mu takkan terganti
Jangan ! Jangan pergi
Bumi sangat membutuhkan mu
Bisakah engkau mengahangatkan bumi walau hanya sebentar saja ?
Walau bagaimanapun bumi terima kasih
Karena pernah dihangatkan oleh matahari

Minggu, 01 Maret 2015

Cahaya

Ramai bertemu dengan sendiri
Gelap bertemu dengan dingin
Namun sudah tak lagi hujan
Hanya bertemu dengan cahaya
Yang ada hanya damai
Indah menyimaknya
Aku terduduk
Melihat indahnya senyuman itu
Terbuai oleh hangatnya dekapan itu
Tawamu yang memecah kesedihan ini
Aku bersyukur atas nikmat yang tuhan berikan
Namun sayang
Aku melihatnya dari kejauhan
Dari secercah cahaya yang timbul
Diantara celah tumpukan buku
Tak masalah
Jika hanya melihatnya dari belakang
Jikalaupun bukan aku yang membuatnya begitu
Setidaknya aku merasakan dekapan hangatnya
Walau hanya sebatas bayangan
Namun aku tetap akan bersyukur
Atas semua yang memberinya kehangatan