Kamis, 23 Oktober 2014
Semester 5
Sabtu, 30 Agustus 2014
Menunggu
Dan untuk yang pertama dan terakhir
Tetaplah menunggu
Sampai batas waktu yang tak menentu
Menemukan hari yang di tunggu
Akupun tak mau ini berakhir
Kini cintanya membiru
Aku membeku
Diam terpaku
Hanya maaf yang terukir
Di balik senyum yang mulai berdebu
Kamu yang sedari dulu
Meninggalkan kenangan tak menentu
Untuk menemukan cinta yang terakhir
Berhentilah menunggu
Bukan untuk harapan palsu
Namun untuk cinta yang sudah berlalu
Aku yang dulu meminta berakhir
Kini mulai berharap untuk bertemu
Untuk saling kembali bersatu
Di musim yang baru
Rabu, 13 Agustus 2014
13 Agustus 2013
Hay tanggal 13 agustus 2013 :)
Yep setahun yang lalu ada kejadian sakral, bukan, bukan di lamar bukan menikah apa lagi melahirkan anak, melainkan operasi usus buntu
Kenapa sakral ? Karna saat itu kejadian mendadak banget belum ada keluhan sebelumnya tiba tiba aja langsung disuruh operasi lumayan besar karena membuang 15 cm, 1 x 24 ususnya bisa pecah dan 1 x 48 udah hilang nyawa jadi mau gak mau harus cepat di tangani. Saat itu seminggu setelah lebaran dan baru banget pulang dari pulau nan eksotis ujung genteng. Semua panik dan bingung suasana kacau balau gak jelas mencekam campur aduk deh, sejam setengah gak sadarkan diri di obok obok isi perutnya sama dokternya. Rasanya campur aduk ya sakit ya pusing ya semuanya bingung apalagi. Keluar dari ruang operasi ada jeda beberapa menit baru buka mata dan gak jelas rasanya apa, katanya sih matanya langsung kebuka tapi belom merespon apapun sampe akhirnya, sadar dan liat beberapa orang pas sadar sempet ditanya kenapa karna tangan terus terusan begetar padahal gak ngerasain apa apa dan dipindahkan kekamar inap, 4 hari di rumah sakit 3 hari sama sekali gak merubah posisi tidur dan baru sadar hari 3 kalo pake kateter dan rasanya bingung pantesan selama ini gak merasa mau kekamar mandi sama sekali karna ada selang yang dihubungkan kesitu, oke gak bahas lebih jauh abis itu pulang kerumah dan diharuskan bedrest lagi 2 minggu operasi alhamdullilah berjalan lancar tapi masih menggunakan cara tradisional di belek dan di lem alhamdullilahnya bukan dijahit, masa recoverynya yang subhanallah sangat amat menyiksa, udah sama kaya ibu ibu hamil, harus makan telor putihnya aja agar cepet nempel lemnya gak boleh jalan jauh mandi duduk dan sebagainya.
Kamis, 17 Juli 2014
Satu Minggu
Apa kabar ? Sapa mu
Tersenyum jawab ku
Tak bisakah sedikit saja ?
Ya hanya satu minggu
Mengubah seumur hidup kita
Bukan satu detik
Bukan satu menit
Bukan pula satu jam
Apalagi satu hari
Untuk apa ? Tanyamu lagi
Memutar ulang kembali
Jalan yang di lalui jawab ku
Aku hanya butuh 1 minggu
Untuk kamu melihat
Jalan kebelakang
Mengenang memori
Yang tak hilang
Memutar pikiran agar sadar
Sadar akan kehadiran kita
Sabtu, 14 Juni 2014
LDR by Raisa
Tanpamu langit tak berbintangTanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Ku teringat walau telah pudarSuara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintangTanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Terbit dan tenggelamnya matahariMembawamu lebih dekatDenganmu langitku berbintangDenganmu sempurna ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
(seandainya jarak tiada berarti)Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Rabu, 11 Juni 2014
Hujan
Kamu bagai rintik hujan di Jakarta
Jarang datang tapi datang di saat yang tepat
Menyejukkan, menenangkan, dan mengagumkan
Hadir mu membuat sepersekian detik jalanan beraroma khas
Itulah yang membuat hujan spesial
Yang membuat hujan dirindukan semua orang
Namun hujanlah yang salah satunya di takutkan
Hujanlah yang membuat Jakarta porak poranda
Ya kamu, yang sekarang hadir disini
Hadirmu aku rindukan
Candamu tak pernah kulupakan
Namun hadirmu juga yang bisa memporak porandakan rasa ini
Hati yang sudah ada pemenangnya
Di saat yang seharusnya bukan kamu
Tapi yang ada cuman kamu
Hujan, kamu, sama menenangkannya
Entah sampai kapan akan berhenti
Berhenti untuk tidak merindumu lagi hujan
Senin, 12 Mei 2014
Jatuh cinta dalam diam
Cuman kita yang diam diam saling mendoakan
Kita yang diam diam saling jatuh cinta
Dan kita pula yang diam diam merindu
Kamu bagaikan langit yang sulit digapai
Namun bagaikan udara yang setiap harinya dirasakan
Kita jatuh cinta karna doa
Kamu yang namanya tak bisa disebut di dalam doa ku
Namun kamu pula yang diam diam selalu aku doakan
Doaku yang selalu aku panjatkan di setiap sujud ku
Yang tak pernah ku sebut namanya
Yang tak pernah terbesit wajahnya di dalam mimpi
Hadir mu indah, namun menusuk jiwa
Akankah tuhan memberikan jalan untuk kita ?
Waktu yang menentukan
Yang kita bisa ? Ya hanyalah doa
Ingatlah jikalau yakin maka akan ada petunjuk
Namun jika tidak ?
Ya sangat sederhana
Tuhan tidak menemukan kita di dunia
Ada cerita yang sudah tuhan buat untuk kita
Namun bukan untuk bersatu
Tapi untuk menyatu di surga-Nya nanti :)