Kamis, 12 Mei 2016

Jauh

Bahagiakah kamu ?
Pernahkah kamu memikirkan aku ?
Apakah kamu tau apa yang aku rasakan ?
Entah kamu masih membaca hal ini atau tidak
Tapi terima kasih
Terima kasih telah membuat aku terjebak dalam anganku
Termakan rayuanmu
Dan jatuh tersungkur
Aku bodoh
Masih saja sibuk didalam anganku
Masih saja meyakinkan aku baik baik saja
Terlintas didalam diriku ingin membunuh anganku
Sekelebat bayangmu datang
Hanya untuk singgah
Mengingat memori lama
Sakitkah ini ?
Entah sudah ikhlaskah aku ?
Aku sendiri belum yakin
Terserah
Bahkan di hari terakhir
Tak ada yang aku lupa
Bodohnya
Setiap angan itu datang
Tiap itu juga aku mengutuk diriku sendiri
Mengutuk semua yang terjadi
Bahagiakah aku ?
Mungkinkah ini keputusan yang baik untuk kita ?
Baik baik sajakah aku ?
Terima kasih karenamu afeksiku menumpul
Anganku terkubur
Bahagiaku hilang
Senyumku tak lagi sama
Lalu ikhlaskah aku ?
Apakah menurutmu keputusan mu tepat ?
Mempertimbangkankah kamu tentang perasaanku ?
Gemetar tubuhku melihat kamu berdiri waktu itu
Lagi lagi yang ku bisa hanya mengutuk diriku sendiri
Lalu mengapa dia ?
Layakkah dia mendapatkan cintamu ?
Puaskah engkau dengan permainan mu ?
Aku bodoh !
Mengutuk diriku sendiri
Menghukum diriku sendiri
Adalah jalan yang aku ambil
Menyibukan diriku dengan hal yang bukan aku
Memupuk topengku agar terlihat baik
Ingin rasanya menamparmu
Lalu mencaci dia
Namun apa yang aku lakukan ?
Tersenyum
Lihatkah kamu bahwa aku mati ?
Setidaknya jiwaku
Terima kasih telah membuat hal ini terjadi
Lagi lagi aku bodoh
Selalu menganggap kamu miliku
Selalu saja berharap ini hanya mimpi burukku

Jumat, 29 April 2016

Tanda

Udah berapa lama gak nangis ?
Akhirnya kesel ?
Akhirnya marah ?
Akhirnya beteriak lelah ya ?
Selama ini kemana aja ?
Kepura puraan ya ?
Kebohongan ya ?
Hidup kok bohong ?
Jadi sebenarnya mana yang menyakitkan ?
Ditinggalkan ?
Atau meninggalkan ?
Akhirnya ngerasa sekarang kalo sendirian ?
Tau kalo diri itu sebenernya kesepian ?
Mau cari bahagia kemana lagi ?
Mau pura pura ke siapa lagi ?
Capek jugakan pada akhirnya ?
Terus kenapa gak mau berhenti ?
Udah dari awalkan ini semua harusnya diakhiri ?
Lalu apa lagi ?
Sekarang kenapa lagi ?
Hati lo luka ?
Hati lo sakit ?
Hati lo hancur ?
Lalu pernah ada yang bertanya bagaimana kedaan hati lo ?
Engga ada kan ?
Ya terus kenapa kalo udah ada yang nanya ?
Memangnya ada yang peduli ?
Setidaknya pernah ada yang tanya lo kenapa ?
Sampai kapan lo sembunyi ?
Udah jagain hati orangnya ?
Mau sampai kapan ?
Sampai hati lo sendiri beku ?
Siapa dong yang jagain hati lo ?
Ada gak yang lindungin lo selama ini ?
Udah cukup aktingnya ?
Ya terus sampai kapan ?
Kenapa harus bohong sih ?
Jujur susah ?
Atau gak diterima ?
Udah ngomong sendiri tiap malemnya ?
Puas ?
Bagaimana dengan bunuh dirinya ?
Sudah pernah dicoba ?
Lalu apa rasanya ?
Apakah sama ?

Biru

Cinta yang dulu kau elu
Kini habis dimakan oleh waktu
Bisa apa aku di atas bahagiamu ?
Hanya menjadi debu
Cinta yang menggebu
Dulu
Lalu
Berlalu
Tertelan oleh waktu
Menjadi kenangan semu
Kamu
Bersama dengan bahagiamu
Menelan bahagiaku
Merenggut ceriaku
Mengambil semua harapanku
Aku
Bersama sedihku
Pergi melanjutkan waktu
Mencari bahagia baru
Melawan amarahku
Menghapus semua ingatan dulu
Terima kasihku
Untukmu yang dulu
Doaku selalu terbaik untukmu
Cintaku ikut terbawa oleh debu
Ingatanku pudar selagi engkau melangkah maju
Harapanku menggantung dilangit langit biru
Meninggalkan jejak dimasa lalu
Mengubah kelam menjadi bahagia baru

Rabu, 13 April 2016

Surga

Kali ini cerita tentang kita
Kamu yang dikelilingi oleh ribuan bahagia
Aku yang dikelilingi oleh kecewa
Kamu yang dikelilingi manusia
Aku yang dikelilingi asa
Kamu yang dikelilingi ceria
Aku yang dikelilingi lara
Kamu iya kamu yang bahagia karna hal sederhana
Sama
Akupun rindu dengan cara yang sederhana
Karna kamu saja
Pertemuan kita hanya di surga
Lalu aku bisa apa ?
Hanya berdoa
Itulah cinta yang sempurna
Setidaknya menurut kita
Sama sama berdoa
Menitip cinta kepada-Nya
Sama sama menuju surga-Nya
Dengan hiasan bahagia

Sabtu, 09 April 2016

Istana

Mengapa cinta makin lama makin rumit ?
Bukankah cinta itu sederhana ?
Bukankah cinta itu hanya rasa ?
Lalu mengapa berubah menjadi asa ?
Cinta itu indahkan ?
Namun mengapa terasa kadaluarsa ?
Jadi apa sebenarnya cinta ?
Apakah dia yang selalu hadir ?
Apakah dia yang tiada putus memberikan doa ?
Apakah dia yang diam diam mendoakan ?
Apakah dibilang cinta jika hanya dititipkan lewat doa ?
Bagaimana dengan dia yang menyimpan rasa didalam hatinya ?
Atau bagaimana dengan dia yang diam namun hatinya teriak menyerukan namanya ?
Tetapkah itu namanya cinta ?
Atau hanya asa yang terasa semu ?
Wahai, apakah pernah merasakan cinta ?
Lalu bagaimana rasanya ?
Apakah terang ?
Atau bahkan gelap ?
Apakah manis ?
Ataukah pahit ?
Sesederhanakah cinta itu ?
Atau rumit karna manusianya ?

Minggu, 27 Maret 2016

Mahkota

Kini sang ksatria pergi meninggalkan sang putri
Didalam kastil putri hanya duduk di singgasananya
Terdiam membisu
Meratapi semua yang telah terjadi
Menangis sudah tidak ada arti
Berteriak sudah tidak ada suara
Cinta yang dulu bersemi
Kini layu termakan waktu
Daun daun menari
Kini patah termakan usia
Wahai, inikah cinta yang kau maksudkan ?
Rasanya seperti hujan
Yang hadirnya ribuan kali datang
Namun hanya untuk melubangi batu
Ribuan kali merindu
Namun hanya untuk meninggalkan perih
Putri, suatu hari nanti engkau akan berada di istana penuh cinta
Didalamnya hanya ada kebahagiaan
Engkau duduk disingga sana keceriaan
Suatu hari nanti, engkau akan menemukan cinta
Yang kau sendiri belum pernah merasakannya
Cinta yang abadi
Cinta sejati
Yang terukir diawan dengan senyum bintang
Dihiasi terang bulan
Dan dilindungi oleh matahari
Wahai putri, tegakkan kepala mu
Pasang mahkotamu
Pandang langit biru
Buktikan pada bumi
Jika tak ada yang bisa mengalahkan mu
Sekalipun itu yang bernama cinta

Selasa, 08 Maret 2016

Sepatu Kaca

Suatu hari putri menginginkan kembali sepatunya
bangunlah ia dari tidurnya
disadarkanlah ia pada dunia yang ia milikinya
semua ternyata tidak nyata
berlari ia keluar kastil istana
berteriak memanggil siapapun yang ada disana
lalu tersadar ia
sendiri didalam kastil istana
terduduk ia meratapi segalanya
mengaduh mengeluhkan semuanya
menangis hingga hilang suaranya
putri terlalu hanyut didalam imajinasinya
ia terlalu tenggelam dalam angan angannya

Senin, 29 Februari 2016

Kamu

Aku riuh melihatmu dihadapku bersimpuh

Aku tergetar melihatmu disampingku mengaduh

Hatiku berteriak

Seakan ada dentuman dahsyat dikepalaku

Siapakah yang salah ?

Adakah yang tersakiti dilingkaran ini ?

Siapakah yang seharusnya mengalah ?

Bisakah diantara kita tidak ada yang mengalah ?

Wahai, aku diam karna aku mencintainya

Bahkan aku bisa marah karna tak ingin kehilangannya

Hai, kamu ! Taukah cinta ku ke kamu itu indah ?

Taukah jika wangimu saja selalu kuingat

Aku sedih bila kehilanganmu

Jadi siapa yang salah disini ?

Aku ? kamu ? Angin ? Bumi ? atau Hujan ?

Dalam doa aku merintih

Dalam doa aku mengaduh

Dan dalam doa aku memintamu.

Jumat, 22 Januari 2016

Aku

Pada pagi hari engkau terbangun laksana bunga baru mekar
Malam hari engkau tertidur laksana pohon termakan usia
Wahai pernahkah merasakan setiap paginya dipenuhi oleh keceriaan, lalu disetiap malamnya berisi ribuan jeritan ?
Pernahkah merasakan bahagia lebih dari apapun di paginya lalu menangis sejadi jadinya di malamnya ?
Pernahkah engkau lupa akan sakit, karna terlalu banyak mengalaminya ?
Pernahkah merasa hatimu bahkan jauh lebih tebal dari pada tembok ?
Wahai apakah ini yang dinamakan dengan bayar lunas ?
Apakah ini yang dinamakan kerja keras ?
Apakah ini tuntutan untuk menjadi yang sempurna ?
Pernahkah suatu hari engkau bercermin lalu melihat bayangannya tersenyum padahal engkau tidak bahagia sama sekali ?
Pernahkah engkau tertawa terpingkal pingkal lalu setelahnya menangis meraung raung ?
Bahkan sunyi malampun dikalahkan oleh sunyinya tangisan mu
Pernahkah engkau merasakan ngilu yang tak tergambarkan ?
Pernahkah engkau merasakan sakit hingga lupa telah bahagia seharian ?

Sabtu, 31 Oktober 2015

Perempuan

Taukah ? Bahkan bidadarinpun jika patah sayapnya, dia butuh pertolongan
Wonder woman apalagi, jika dengkulnya tersandung dia butuh pertolongan
Presiden perempuan dibelahan dunia manapun jika suaranya habis dia butuh pertolongan
Apa kabarnya kita yang hanya perempuan biasa ?
Yang sok kuat padahal hatinya mengemis kasih sayang
Yang sok tegar padahal banyak keluhan didalamnya
Yang sok bisa segala hal padahal hatinya sudah tak berbentuk
Yang sok bisa segala hal padahal teriak meminta tolong
Hanya perempuanlah yang bisa memakai topeng tebal
Hanya perempuanlah yang bisa menangis tanpa ada suara
Hanya perempuanlah yang bisa diam seribu bahasa padahal jauh didalamnya tersimpan seribu rahasia
Tuhan satu pintaku
Cukupilah para perempuan diluar sana dengan sabar dan ikhlas mereka mengemban banyak tanggung jawab dalam berbagai hal
Dan untuk kita, kuatlah ! Jika tidak ada kita yang kuat, lalu bagaimana kita menguatkan orang orang diluar sana ?
Menangislah sampai kita lupa apa itu rasa sakit, teriaklah sekuat yang kita bisa agar bisa melupakan apa itu kesedihan.
Jika tidak ada lagi alasan untuk berdiri tegap, ingatlah satu hal ada diri kita yang kuat dan kita bisa menguatkan diri kita sendiri :)

Selasa, 27 Oktober 2015

Rindu

Wahai daun, taukah apa itu rindu ?
Tidak jawabnya
Berlarilah aku ke bunga
Wahai bunga taukah kau apa itu rindu ?
Tidak pula jawabnya
Berlari lagi aku menuju awan
Wahai awan, taukah engkau apa itu rindu ?
Lagi lagi yang ku dengar adalah tidak
Lalu kemana aku harus mencari rindu ?
Lalu hujan perlahan menghampiriku seraya bertanya
Wahai engkau taukah engkau apa itu rindu ?
Sudah lelah aku mencari rindu jawabku
Lalu apakah kau tau apa itu rindu ?
Ya, rindu itu bagaikan daun yang mengering
bagaikan bunga yang layu
dan bagaikan awan jika sedang hujan
tidak akan tumbuh jika dibiarkan begitu saja.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Si Semut vs Si Gajah

Blognya gak bisa dibuka kalo di PC sediiih, baiklah kita sabar sabarkan sajalah yaaa, akhirnya balik lagi ngeblog
Apa kabar nih ?

Baiklah lansung aja yaa.....
Kali ini saya ada cerita tentang Si Gajah dan Si Semut
Namanya juga udah gajah jadi pasti badanya gedeeee banget kan ? Tapi kaya yang di lagu tulus "punya otak cerdas aku harus tangguh" ya dia ini Cerdas, dan Tangguh padahal dia aslinya sedih tapi selalu bisa ketawa dan bikin renyah suasanya, di deket temen temennya dia orang yang tangguh dan suka pemaaf.
Suatu hari Si Gajah bertemu dengan Si Semut yang ya seperti kalian tau Semut itu nyebelin kecil dan bikin sakit, tapi pertemuan singkat itu yang mempertemukan Si Gajah dan Si Semut berujung dengan pertemanan bahkan menjadi sahabat.
Dunia yang dilalui oleh Si Gajah tidaklah mudah banyak sedih terutama, dan Si Semut selalu mencoba menghibur Si Gajah dengan cara apapun.
Ketika Si Semut ulang tahun Si Gajah merayakan bersama kumpulan penghuni hutan, begitupun sebaliknya.
Namun, dunia mereka berbeda terutama dalam hal ukuran, teman teman Si Gajah tidak suka dengan kehadiran Si Semut lalu Si Semutpun memutuskan untuk pergi dari kehidupan Si Gajah.
Setelah beberapa lama Si Gajah merasakan keanehan yang luar biasa dalam hidupnya, sudah tidak ada lagi lelucon yang dibuat oleh Si Semut, tidak ada lagi teman kecil yang selalu menguatkan semangat hidupnya.
Si Semutpun menjalani hidup yang tidak mudah, Si Semut harus melewati kaki kaki yang hampir menginjaknya, berjuang mengambil sebongkah gula demi kelangsungan hidupnya, menurutnya kini hidupnya tidaklah mudah karna tidak bersama Si Gajah.
Lambat laun mereka menyerah, mereka tidak bisa berjauhan satu sama lain, mereka tidak lagi memperdulikan apa kata orang, yang mereka ingin hanyalah persahabatan mereka tetap baik baik saja sampai pada saatnya hutan tidak lagi tumbuh pohon pohonnya.

Bersambung.




Singkat dulu yaaa terlalu banyak urusan yang harus diselesaikan, tulisan ini didedikasikan untuk permintaan maaf saya yang sebesar besarnya untuk sahabat saya satu satunya yang dari berbeda belahan bumi (saya bagian bumi jahat, dia bagian bumi baik). Kamu bisa nebaklah kabul siapa yang jadi Si Semut siapa yang jadi Si Gajah, tenang tulisan ini bakalan diterusin kalo kamu mau maafin aku atas semua kesalahan yang aku udah buat ke kamu. SELAMAT ULANG TAHUN KABUL SAYANG, sementara ini aku hanya bisa memberikan ini, kado udah disiapin sih tinggal dibungkus. I LOVE YOU:*.

Senin, 29 Juni 2015

Sederhana

Didunia ini ada banyak macam cinta
Aku mengalami salah satunya
Rasanya luar biasa
Tak terdeskripsi semuanya begitu menakjubkan
Cinta yang aku alami ini sederhana
Tak butuh rayuan gombal
Tidak menggunakan angan angan
Semua nyata dan sederhana
Butuh waktu lama pasti
Tapi aku tak lelah untuk menunggu
Hanya duduk diam memandang saja sudah cukup
Tak perlu bersajak untuk bisa tersenyum
Ya cinta ini yang langka menurutku
Di dalamnya hanya ada ketulusan
Ditambah dengan kesederhanaan semuanya sudah sempurna
Kita yang sedari dulu hanya berdoa dari jauh
Bersujud meminta sebuah harapan rasa yang berbalas
Memohon adanya secercah kesempatan untuk bisa bersama
Tidak perduli apa yang telah dilakukannya
Tak mau tau bumi mendukung apa tidak
Yang jelas cinta ini lebih berani ketimbang ksatria
Namun lebih hangat ketimbang mentari
Lebih halus daripada bisikan angin

Senin, 23 Maret 2015

Matahari

Apa kabar matahari ?
Hangatnya sudah tak ada lagi
Bumi membutuhkan mu
Bumi takkan hangat bila tanpa kehadiran mu
Bukankah sinar mu tak lekang oleh waktu ?
Mengapa ? Adakah kesalahan dari bumi yang membuat mu tak hangat lagi ?
Ataukah sekarang matahari sudah menemukan buminya sendiri ?
Cahaya mu takkan terganti
Jangan ! Jangan pergi
Bumi sangat membutuhkan mu
Bisakah engkau mengahangatkan bumi walau hanya sebentar saja ?
Walau bagaimanapun bumi terima kasih
Karena pernah dihangatkan oleh matahari

Minggu, 01 Maret 2015

Cahaya

Ramai bertemu dengan sendiri
Gelap bertemu dengan dingin
Namun sudah tak lagi hujan
Hanya bertemu dengan cahaya
Yang ada hanya damai
Indah menyimaknya
Aku terduduk
Melihat indahnya senyuman itu
Terbuai oleh hangatnya dekapan itu
Tawamu yang memecah kesedihan ini
Aku bersyukur atas nikmat yang tuhan berikan
Namun sayang
Aku melihatnya dari kejauhan
Dari secercah cahaya yang timbul
Diantara celah tumpukan buku
Tak masalah
Jika hanya melihatnya dari belakang
Jikalaupun bukan aku yang membuatnya begitu
Setidaknya aku merasakan dekapan hangatnya
Walau hanya sebatas bayangan
Namun aku tetap akan bersyukur
Atas semua yang memberinya kehangatan

Minggu, 08 Februari 2015

Berperang

Lelah aku berdiam
Bertatap sunyi di kedalaman malam
Mendengar kelam yang panjang
Melihat gelap di kesunyian
Aku yang beradu dengan egoku
Bertengkar dengan hatiku
Memecah suasana kelam
Ada suara riuh nan berisik disitu
Seperti amarah namun yang ada hanya penyesalan
Melepaskannya tak cukup hanya dengan berteriak
Menangis tak cukup hanya dengan satu malam
Gelapnya malam menggambarkan keadaan tubuh ini
Marah bagaikan gemuruh awan
Rapuh bagaikan bisikan angin 
Dan sakit bagaikan derasnya hujan 
Detik, menit, bahkan jampun berlalu begitu saja
Tanpa menyapa dan tanpa mengucapkan selamat tinggal
Hadirmu bagaikan ujung jalan gelap
Semu tapi terlihat nyata
Samar namun terlihat jelas
Bahkan langit yang bermahkotakan rembulanpun tak bisa menemukanmu

Kamis, 15 Januari 2015

Cemburu

Bolehkah kini aku yang bersedih dengan perjumpaan yang tak kian datang ?
Bolehkah kini aku memarahi langit yang setiap hari kau sapa ?
Atau pijakan tanah yang selalu kau lewati tidak bersamaku
Aku iri dengan angin yang selalu menemani disetiap langkahmu
Bulan dan bintang yang tiap hari kau lihat dijendela kamar mu
Seolah aku ingin menjadi mereka hanya sesaat hanya untuk melihat mu
Pertemuan semakin tak terlihat
Penantian itu kini tak berujung
Ya aku cemburu dengan dunia yang setiap hari kau temui
Aku ingin dikala senyum pagi mu dipagi hari akulah yang pertama melihatnya bukan mentari
Atau lelahmu yang kau aduhkan ke tempat kau besandar akulah orang pertama yang ingin merasakannya
Harusnya aku selalu ada ditiap sudut cerita hidupmu
Bukankah kita ditakdirkan untuk saling menyayangi ?
Mengapa menyayangi tidak berbarengan dengan pertemuan ?
Mengapa pertemuan selalu disandingkan dengan perpisahan ?
Cemburu ku pada setiap apa yang selalu kau lewati tanpa adanya aku
Iriku disetiap dunia yang kau lakukan tanpa hadirnya aku
Hay awan yang bergulung !
Bisakah kau membawa berita bahwa aku disini rindu dengannya ?
Sadarkah ia jika aku cemburu disetiap langkah hidupnya yang tidak bersama ku ?
Wahai mentari sampaikan salam ku pada setiap senyum yang dia berikan kepadamu
Langit yang selalu membiru, jangan biarkan hatinya membiru sedetikpun
Terakhir wahai bintang dan bulan yang setiap hari dipandang lewat jedela kamarnya sampaikan padanya disini aku menunggunya pulang


Kamis, 08 Januari 2015

Long Distance Relationship (LDR)

Selamat malam kamu yang nan jauh disana. Ini postingan yang tadinya gak mau dipublish BTW, ya saya hanya berharap ini bisa jadi pelajaran hidup kedepannya.
Kita pacaran sudah 4 tahun lebih, 1 tahun lebihnya kita jalanin dengan cara LDR, bukan bukan LDR yang beda pulau, apalagi beda benua bukan juga LDR yang beda waktu, ini hanya LDR yang sederhana yang hanya tidak ingin sama - sama berjuang untuk bertemu, kita cuman Jakarta - Bogor doang kok, tapi kita punya urusan yang sangat amat penting dan jadwal yang sangat amat banyak. Di mulai dari aku yang baru duduk di bagku kuliah dan ditempatkan di salah satu universitas di Jakarta, kesibukkan mahasiswa di semester pertama di tatar dan sebagainya yang menyebabkan kita susah bertemu ditambah kamu yang sedang menjalani semeseter terakhir mu di Depok, setahun berjalan biasa saja kami masih mengalah dan masih bertahan dengan rindu, paling lama kita tidak bertemu sekitar 1 bulan, pas ada kesempatan pulangpun di habiskan waktu dirumah ku, tidak ada quality time yang seperti orang lain lakukan, pergi ke bioskop misalnya kita hanya lakukan hal itu  jika ada film terbitan MARVEL ya film superhero kesukaan mu kan ?, pergi ke mall atau tempat jauh yang ada di Jakarta tidak memungkinkan karena kamu ke Jakarta - Bogor naik Bus, lucu kalo inget perjuangan kita masing - masing tapi lambat laun kita berjalan sendiri - sendiri aku yang semakin sibuk dengan dunia ku, dan kamu yang semakin sibuk dengan dunia mu. Memang saat itu kita masih bisa bertahan dengan ke"masing - masing"an ini namun makin lama terasa ada yang aneh dari kita, ada yang berbeda dari kita, kamu makin tidak "hadir" disini sedangkan aku yang tidak mau ambil pusing soal itu, ditambah kita yang semakin lama semakin jarang komunikasi karena sibuk dengan "dunia"nya masing - masing. Mungkin karena itulah kita tidak bisa bertahan lama dengan waktu, kita sudah tidak bisa bertahan dengan jarak dan akhirnya kita memutuskan untuk berpisah, sedih memang jika mengingatnya apa lagi ketika masa kritis kamu dilalui bersama ku sedangkan masa kejayaaan mu (wisuda) aku hadir sebagai teman baik mu, atau ketika masa kritis dalam hidupku aku lalui tanpa mu. LDR itu susah susah gampang, awalnya kita bisa menjalaninya tapi lama kelamaan rasa dari keinginan untuk bertemu itu hilang, "dunia" baru aku disini bahkan lebih menarik ketimbang kamu, sebaliknya "dunia" kamu disana jauh lebih penting ketimbang aku. Pada akhirnya aku tidak pernah menyesal sama yang namanya LDR apa lagi sama kamu tapi, bukan pacaran namanya kalau bisa jalan "sendiri - sendiri". Ini bukan kisah cerita LDR yang happy ending tapi setidaknya bisa dijadikan pelajaran hidup kalau LDR itu yang penting komunikasi, yang penting "hadir" apa lagi di saat kita dalam keadaan kritis, LDR itu mendewasakan, menyabarkan, dan menyenangkan jika di jalani dengan ikhlas dan yang paling penting dari LDR itu percaya bahwa apa yang dilakukan sama kamu disini sama halnya dengan apa yang dia lakukan disana, saat kamu sedang menikmati kebahagiaan kamu dengan "dunia" mu disanapun dia begitu, sebaliknya jika disana dia sedang sibuk dengan "dunia"nya kamupun pasti akan sibuk dengan "dunia" mu, positifnya jika disini kamu merindukan dia, dia nan jauh disanapun sedang merindukan kamu walaupun gengsi gak pernah bilang. So jangan pernah takut sama yang namanya LDR kalo kalian sama sama yakin gak bakalan kok punya ending yang sama seperti saya, dan kalau ditanya lagi apakah saya sudah siap menjalani LDR lagi, saya lebih baik memantaskan diri saya untuk kedepannya menjadi lebih baik ketimbang masih harus membuka lembaran baru lagi.

Minggu, 04 Januari 2015

Sepotong cerita

Datang dan pergi
Dua kata yang saling bertolak belakang
Aku ingin bercerita
Cerita ini tentang seseorang yang datang dan sekaligus pergi
Dia yang datang dari antah berantah menyambangi hidupku, mengetuk pintu hati ku dengan usaha yang banyak, lalu membuat sekeliling berubah berwarna warni
Dan dia jugalah yang pergi meninggalkan sejuta ingatan indah, yang berbekas pilu dan luka
Aku tak pernah menyalahkan waktu, dia atau perjumpaan
Yang aku sesalkan mengapa dia diperbolehkan masuk waktu itu ?
Terlambat untuk balik lagi pulang, karena jalanan sudah berubah menjadi hijau lumut dan udara yang terasa dingin hingga menusuk tulang
Jikalau ingin datang dan pergi aku persilahkan namun ingat jangan pernah meninggalkan luka yang berbekas atau bahkan ingatan pedih pada diriku
Aku ini hanya manusia biasa, kadang tangis menghampiri ku kadang tawa mewarnai hari ku
Kedatangan mu waktu itu menuntutku untuk belajar bahwa tidak usah berharap banyak oleh seseorang yang datang dari antah berantah karena pada akhirnya orang itu akan pergi seenaknya meninggalkan sejuta kenangan yang terluka

Jumat, 19 Desember 2014

Rintik Hujan

Hujan itu cinta
Hujan itu kenangan
Hujan itu soal rasa
Hujan itu wewangian
Hujan itu khas
Hujan itu istimewa
Hujan itu apa adanya
Dan hujan itu kamu
Iya semua itu definisi hujan
Setidaknya hujan versi ku
Hujan yang penuh makna
Hujan yang seperti hari ini
Tiba tiba hujan jadi sangat berarti
Tiba tiba hujan berubah romantis
Dan tiba tiba hujan berubah jadi kamu
Mulai dari rintikannya
Lalu wanginya
Dan diteruskan dengan kenangannya
Khas sekali, tak pernah terganti
Selayaknya, apa adanya namun romantis
Bahkan romantisnya mengalahkan bulan dan bintang dilangit sana
Hujan bagaikan cinta tulus
Bisa dirasakan, bisa didengar namun tak bisa terlihat
Rasa dingin dan sejuknya yang menenangkan
Suara lirih rintiknya yang melelapkan
Namun ketika berusaha melihat dia bersembunyi
Entah bersembunyi dimana
Layaknya cinta bukan ?
Namun cinta yang semestinya, cinta yang hanya bisa dirasakan bukan cinta yang berusaha di miliki